solo traveling: yay or nay?

I never traveled alone before. naik pesawat sendirian udah pernah, nonton di bioskop sendirian udah beberapa kali, makan sendirian di restoran udah sering, jalan-jalan di mall sendirian udah ga keitung berapa kali. tapi kalo traveling sendirian—bener-bener sendirian mulai dari berangkat, jalan-jalan, dan pulang—so far belom pernah.

selama ini saya selalu traveling bareng temen, seringnya sih berdua, paling banyak berempat, karena sejujurnya saya kurang suka traveling rame-rame. waktu jalan-jalan ke jepang bulan oktober lalu, saya sempet sih jalan sendirian setengah hari di tokyo. jadi paginya masih barengan hesti sampai makan siang, trus setelah itu kita misah jalan sendiri-sendiri sampai malem. it was pretty fun, I guess. saya keliling akihabara (plus mampir ke tokyo station sebentar) dan berhasil pulang ke hostel di ikebukuro tanpa masalah :)

the idea of solo traveling has been around since last year, I think, even way before the japan trip. tanpa bermaksud menyombong, I happen to be one of those people who is able to read map and navigate quite well—ya walaupun kadang suka korslet sendiri sih but I honestly don’t mind getting lost in new places anyway—jadi kaya’nya itu yang bikin saya mulai mikir “kaya’nya saya bisa survive deh kalo solo traveling.”

Continue reading

Advertisements

dugeun dugeun seoul: fangurrrrrling time!

waktunya melanjutkan dugeun dugeun seoul series setelah hiatus beberapa bulan :D dan kali ini adalah bagian yang paling exciting buat saya (selain belanja kosmetik di myeongdong tentunya) yaitu faaangurrrrrling time! so just a little heads up, di blog post ini akan muncul beberapa nama dan istilah yang barangkali kurang familiar bagi orang-orang yang bukan korean entertainment enthusiasts macem saya jadi saya akan menjelaskan istilah-istilah tersebut menggunakan footnote. harap maklum ya hehe.

begitu menjejakkan kaki di seoul, hampir semua advertisement di sekitar saya udah ga keliatan asing lagi. mulai dari poster-poster iklan di sepanjang dinding stasiun MRT, lagu-lagu yang diputer di berbagai tempat umum, iklan-iklan di TV, standee atau poster di etalase toko … hampir semuanya dipenuhi muka-muka dan suara yang udah familiar buat saya mulai dari aktris/aktor, komedian, MC, dan idol/penyanyi.

Continue reading

dugeun dugeun seoul: tourism attractions.

tujuan utama saya ke seoul kemaren secara garis besar mungkin bisa dibagi jadi tiga: jalan-jalan, fangirling, dan makan. yang akan dibahas di blog post kali ini adalah part pertama yaitu jalan-jalan ke tempat-tempat yang biasanya bakalan muncul ketika kita google “places to visit in seoul” a.k.a atraksi-atraksi pariwisata standar di seoul. standar di sini maksudnya bukan berarti tempatnya biasa-biasa aja (walaupun tbh emang ada beberapa tempat yang menurut saya biasa aja sih) tapi lebih ke kebanyakan-turis-di-seoul-tuh-pasti-ke-sini kind of places.

yang pertama gwanghwamun square dan gyeongbokgung palace.

kalo mau ke gyeongbokgung palace sebenernya bisa langsung turun di stasiun gyeongbokgung, tapi karena kita mau jalan-jalan (dan hesti mau lip sync lagu at gwanghwamun) di gwanghwamun square dulu jadilah kita turun di stasiun gwanghwamun instead. keluar dari exit 9 (atau 8, asli lupa) kita langsung berada di tengah-tengah gwanghwamun square, disambut oleh patung king sejong the great dan admiral yi sunshin. sekilas info, di bagian bawah patung king sejong ada pintu masuk ke museum bawah tanah yang nyeritain sejarah king sejong dan hangul, lumayan menarik buat diliat-liat atau sekedar numpang berteduh dari terik matahari, hehehe.

Continue reading

dugeun dugeun seoul: preparation and arrival.

sebelum muncul pertanyaan dari sejuta umat yang kurang familiar ma istilah-istilah perkoreaan,

“dugeun dugeun” or “두근두근” is an onomatopoetic word that imitates the sound of a heartbeat. (source)

so based on the explanation above, you can say that “dugeun dugeun” is like the korean terms of “deg deg” (indonesia) or “doki doki” (japanese) or “thump thump” (english). trus kenapa judul blog post-nya “dugeun dugeun seoul”? jadi ceritanya baru-baru ini ada variety show korea yang judulnya dugeun dugeun india atau fluttering india. isinya tentang 5 orang kpop idols yang diutus bikin liputan ke india untuk pertama kalinya. nah berhubung ini juga pertama kalinya saya ke seoul, bolehlah minjem judulnya trus dirubah dikit hehehe.

oke penjelasan mengenai judul blog post-nya cukup sekian aja ya, mari kita memasuki pokok cerita.

Continue reading

wonderful penang.

hanya selang sekitar 1.5 bulan setelah liburan ke sulawesi selatan, saya jalan-jalan lagi :D sempet diomelin nyokap sih, “kamu kok kerjanya jalan-jalan mulu? kebanyakan duit apa gimana?” astaghfirullah gue dibilang kebanyakan duit, ya diaminin aja deh karena malaikat juga tahu kenyataannya mah jauh dari itu. OTL

anyway kali ini saya jalan-jalan ke penang bareng hesti. awalnya saya sempet kepikiran pengen ke KL tapi temen saya, orang malaysia yang tinggal di KL, nyaranin saya buat ke penang aja instead of KL. dia sendiri waktu itu baru liburan ke penang dan menurut dia penang adalah pilihan yang tepat buat orang-orang yang demen wisata budaya dan kuliner macem saya. saya dan hesti pun pukul gong dan akhirnya kita berhasil booking tiket pesawat pulang-pergi + penginapan untuk 4 hari 3 malam di bulan mei 2014 melalui airasiago setelah pake acara drama gagal booking karena situsnya crash.

Continue reading

jappa-jappa ke sulawesi selatan.

kalo ditanya saya suka liburan yang kaya’ gimana, saya bakalan jawab “I’m more of anak kota ketimbang anak pantai.”

bukan berarti saya benci pantai atau anti diajak liburan ke pantai. saya suka kok pantai, dan saya lebih suka liburan di pantai ketimbang liburan di pegunungan. tapi maksudnya anak kota di sini adalah saya prefer backpacking ke kota asing, jalan-jalan ke museum, wisata kuliner (ini paling utama!), atau leyeh-leyeh di pantai ketimbang diajak snorkeling, diving, bungee jumping atau sejenisnya. intinya saya anaknya seneng liburan yang santai selow woles haha hihi hoho, ga suka yang bikin syaraf tegang atau memacu adrenalin—hidup sehari-hari aja udah penuh ketegangan ya masa liburan juga masih nyari yang tegang-tegang. *curcol*

anyway, meskipun saya lebih suka bertualang di kota ketimbang di alam bebas, bukan berarti saya juga langsung nolak kalo diajak liburan ke pantai. tahun lalu saya diajak nube dan ikha liburan ke sulawesi selatan, lebih tepatnya ke tanjung bira di bulukumba. awalnya kita berencana berangkat bertiga aja, udah beli tiket pesawat sejak H-90 alias 3 bulan sebelumnya, trus sekitar sebulan sebelum hari H si ipeh memutuskan untuk ikut juga dan jadilah kita pergi berempat di akhir bulan maret 2014. nube dan ikha berangkat dari surabaya, saya dan ipeh berangkat dari jakarta.

Continue reading

singapore trip! (day 2)

as weird as it may sounds, I couldn’t sleep well during my stay in singapore. the bed and room were comfortable, but I just couldn’t sleep well. saya naik ke tempat tidur sekitar jam 11-12 PM dan cuma bisa tidur efektif selama 3-4 jam aja. biasanya setelah itu kebangun sendiri trus lanjut tidur lagi tapi kebangun-kebangun mulu atau cuma merem tapi ga bener-bener tidur. apa itu efek naik ke tempat tidur dalam keadaan capek banget ya?

anyway, di hari kedua kita di singapore, saya dan hesti sama-sama baru bangun jam 8 AM SGT. setelah uget-uget ga jelas di kasur, barulah kita mandi dan beres-beres trus sarapan di ruang makan yang terletak di balkon hostel. sarapan kita judulnya serba self-service mulai dari nyiapin makanan ampe cuci piring. dan sesuai dengan nama hostelnya, kita pun cuma dikasih toast buat sarapan. tapi saya personally cukup puas sih cuma sarapan toast + kopi susu selama 3 hari.

Continue reading