wonderful penang.

hanya selang sekitar 1.5 bulan setelah liburan ke sulawesi selatan, saya jalan-jalan lagi :D sempet diomelin nyokap sih, “kamu kok kerjanya jalan-jalan mulu? kebanyakan duit apa gimana?” astaghfirullah gue dibilang kebanyakan duit, ya diaminin aja deh karena malaikat juga tahu kenyataannya mah jauh dari itu. OTL

anyway kali ini saya jalan-jalan ke penang bareng hesti. awalnya saya sempet kepikiran pengen ke KL tapi temen saya, orang malaysia yang tinggal di KL, nyaranin saya buat ke penang aja instead of KL. dia sendiri waktu itu baru liburan ke penang dan menurut dia penang adalah pilihan yang tepat buat orang-orang yang demen wisata budaya dan kuliner macem saya. saya dan hesti pun pukul gong dan akhirnya kita berhasil booking tiket pesawat pulang-pergi + penginapan untuk 4 hari 3 malam di bulan mei 2014 melalui airasiago setelah pake acara drama gagal booking karena situsnya crash.

Continue reading

Advertisements

jappa-jappa ke sulawesi selatan.

kalo ditanya saya suka liburan yang kaya’ gimana, saya bakalan jawab “I’m more of anak kota ketimbang anak pantai.”

bukan berarti saya benci pantai atau anti diajak liburan ke pantai. saya suka kok pantai, dan saya lebih suka liburan di pantai ketimbang liburan di pegunungan. tapi maksudnya anak kota di sini adalah saya prefer backpacking ke kota asing, jalan-jalan ke museum, wisata kuliner (ini paling utama!), atau leyeh-leyeh di pantai ketimbang diajak snorkeling, diving, bungee jumping atau sejenisnya. intinya saya anaknya seneng liburan yang santai selow woles haha hihi hoho, ga suka yang bikin syaraf tegang atau memacu adrenalin—hidup sehari-hari aja udah penuh ketegangan ya masa liburan juga masih nyari yang tegang-tegang. *curcol*

anyway, meskipun saya lebih suka bertualang di kota ketimbang di alam bebas, bukan berarti saya juga langsung nolak kalo diajak liburan ke pantai. tahun lalu saya diajak nube dan ikha liburan ke sulawesi selatan, lebih tepatnya ke tanjung bira di bulukumba. awalnya kita berencana berangkat bertiga aja, udah beli tiket pesawat sejak H-90 alias 3 bulan sebelumnya, trus sekitar sebulan sebelum hari H si ipeh memutuskan untuk ikut juga dan jadilah kita pergi berempat di akhir bulan maret 2014. nube dan ikha berangkat dari surabaya, saya dan ipeh berangkat dari jakarta.

Continue reading