jappa-jappa ke sulawesi selatan.

kalo ditanya saya suka liburan yang kaya’ gimana, saya bakalan jawab “I’m more of anak kota ketimbang anak pantai.”

bukan berarti saya benci pantai atau anti diajak liburan ke pantai. saya suka kok pantai, dan saya lebih suka liburan di pantai ketimbang liburan di pegunungan. tapi maksudnya anak kota di sini adalah saya prefer backpacking ke kota asing, jalan-jalan ke museum, wisata kuliner (ini paling utama!), atau leyeh-leyeh di pantai ketimbang diajak snorkeling, diving, bungee jumping atau sejenisnya. intinya saya anaknya seneng liburan yang santai selow woles haha hihi hoho, ga suka yang bikin syaraf tegang atau memacu adrenalin—hidup sehari-hari aja udah penuh ketegangan ya masa liburan juga masih nyari yang tegang-tegang. *curcol*

anyway, meskipun saya lebih suka bertualang di kota ketimbang di alam bebas, bukan berarti saya juga langsung nolak kalo diajak liburan ke pantai. tahun lalu saya diajak nube dan ikha liburan ke sulawesi selatan, lebih tepatnya ke tanjung bira di bulukumba. awalnya kita berencana berangkat bertiga aja, udah beli tiket pesawat sejak H-90 alias 3 bulan sebelumnya, trus sekitar sebulan sebelum hari H si ipeh memutuskan untuk ikut juga dan jadilah kita pergi berempat di akhir bulan maret 2014. nube dan ikha berangkat dari surabaya, saya dan ipeh berangkat dari jakarta.

Continue reading jappa-jappa ke sulawesi selatan.

Advertisements

singapore trip! (day 2)

as weird as it may sounds, I couldn’t sleep well during my stay in singapore. the bed and room were comfortable, but I just couldn’t sleep well. saya naik ke tempat tidur sekitar jam 11-12 PM dan cuma bisa tidur efektif selama 3-4 jam aja. biasanya setelah itu kebangun sendiri trus lanjut tidur lagi tapi kebangun-kebangun mulu atau cuma merem tapi ga bener-bener tidur. apa itu efek naik ke tempat tidur dalam keadaan capek banget ya?

anyway, di hari kedua kita di singapore, saya dan hesti sama-sama baru bangun jam 8 AM SGT. setelah uget-uget ga jelas di kasur, barulah kita mandi dan beres-beres trus sarapan di ruang makan yang terletak di balkon hostel. sarapan kita judulnya serba self-service mulai dari nyiapin makanan ampe cuci piring. dan sesuai dengan nama hostelnya, kita pun cuma dikasih toast buat sarapan. tapi saya personally cukup puas sih cuma sarapan toast + kopi susu selama 3 hari.

Continue reading singapore trip! (day 2)

singapore trip! (day 1)

entah udah berapa juta tahun ga nulis blog, sekarang rasanya bingung sendiri ketika harus nulis lagi. sebenernya ga ada yang mengharuskan saya untuk nulis blog lagi sih, tapi pengalaman saya di negeri seberang selama 3 hari kmaren rasanya terlalu berkesan untuk ga dituangkan dalam bentuk tulisan. dan berhubung ini pertama kalinya saya ke luar negeri sendirian bareng temen, mohon maap yak saya mau norak jadi blog post-nya bakalan panjang banget ampe bersambung ke post berikutnya hohoho.

semuanya berawal dari sekitar awal oktober (atau mungkin akhir september) lalu, ketika saya dan hesti sepakat untuk pergi bareng ke konser MBC korean music wave yang rencananya akan diselenggarakan di singapore tanggal 16 november 2013. walaupun harga tiketnya amat sangat kurang manusiawi, line-up artists yang bakalan tampil terlalu menggoda untuk dilewatkan. apalagi karena ada EXO dan kebetulan kita berdua lagi tergila-gila banget ma 12 bocah itu.

anyway, hal pertama yang kita lakukan adalah nyari tiket pesawat. setelah browsing dan membandingkan harga sana-sini, akhirnya kita pun sepakat untuk beli tiket tiger air yang berangkat tanggal 15 november dan pulang tanggal 18 november. dan sekitar seminggu setelah beli tiket pesawat, barulah kita browsing dan booking hostel di daerah chinatown via agoda.

Continue reading singapore trip! (day 1)

asisten rumah tangga.

whoa! it’s been a month since my last post. sebulan ini saya disibukkan dengan banyak hal mulai dari skripsi ampe hal-hal pribadi. ditambah lagi saya adalah orang yang sangat sangat moody dan selama sebulan terakhir bisa dibilang mood nulis sama sekali ga muncul. mood nulis skripsi aja munculnya susah banget, apalagi mood nulis blog? *malah curcol*

aanyway kali ini saya pengen menulis tentang asisten rumah tangga. yap, asisten rumah tangga atau mungkin lebih dikenal dengan sebutan pembantu rumah tangga, orang yang bekerja di rumah kita buat bantu-bantu bersihin rumah, nyuci baju, masak, dan sejenisnya.

saya sendiri lebih nyaman menyebutnya “asisten rumah tangga” atau “mbak” dalam pembicaraan sehari-hari ketimbang “pembantu” atau “pembokat.” kenapa? entahlah, mungkin ini cuma menurut anggapan saya aja, tapi menurut saya istilah “pembantu” agak sedikit terlalu kasar dan sejujurnya saya sangat menghormati profesi mereka. jadilah saya sejak kecil sebisa mungkin tidak menyebut mereka dengan sebutan “pembantu.”

Continue reading asisten rumah tangga.

“follow back please!”

tulisan ini sebenarnya sudah pernah saya post di tumblr saya, dengan judul me and follow back. tapi ga ada salahnya saya post ulang di blog ini, karena toh fenomena ini masih sering terjadi pada saya.

saya pernah nge-tweet  begini beberapa bulan lalu:

please don’t ever ask me to follow you back. I follow someone because I want to, not because s/he asked me to.

sounds rude? arrogant? klo gitu lebih baik saya langsung bicara terus terang dan to the point. menurut saya, meminta seseorang untuk follow back kita adalah twitter crime nomer satu.

kenapa?

Continue reading “follow back please!”