singapore trip! (day 2)

as weird as it may sounds, I couldn’t sleep well during my stay in singapore. the bed and room were comfortable, but I just couldn’t sleep well. saya naik ke tempat tidur sekitar jam 11-12 PM dan cuma bisa tidur efektif selama 3-4 jam aja. biasanya setelah itu kebangun sendiri trus lanjut tidur lagi tapi kebangun-kebangun mulu atau cuma merem tapi ga bener-bener tidur. apa itu efek naik ke tempat tidur dalam keadaan capek banget ya?

anyway, di hari kedua kita di singapore, saya dan hesti sama-sama baru bangun jam 8 AM SGT. setelah uget-uget ga jelas di kasur, barulah kita mandi dan beres-beres trus sarapan di ruang makan yang terletak di balkon hostel. sarapan kita judulnya serba self-service mulai dari nyiapin makanan ampe cuci piring. dan sesuai dengan nama hostelnya, kita pun cuma dikasih toast buat sarapan. tapi saya personally cukup puas sih cuma sarapan toast + kopi susu selama 3 hari.

Continue reading

Advertisements

singapore trip! (day 1)

entah udah berapa juta tahun ga nulis blog, sekarang rasanya bingung sendiri ketika harus nulis lagi. sebenernya ga ada yang mengharuskan saya untuk nulis blog lagi sih, tapi pengalaman saya di negeri seberang selama 3 hari kmaren rasanya terlalu berkesan untuk ga dituangkan dalam bentuk tulisan. dan berhubung ini pertama kalinya saya ke luar negeri sendirian bareng temen, mohon maap yak saya mau norak jadi blog post-nya bakalan panjang banget ampe bersambung ke post berikutnya hohoho.

semuanya berawal dari sekitar awal oktober (atau mungkin akhir september) lalu, ketika saya dan hesti sepakat untuk pergi bareng ke konser MBC korean music wave yang rencananya akan diselenggarakan di singapore tanggal 16 november 2013. walaupun harga tiketnya amat sangat kurang manusiawi, line-up artists yang bakalan tampil terlalu menggoda untuk dilewatkan. apalagi karena ada EXO dan kebetulan kita berdua lagi tergila-gila banget ma 12 bocah itu.

anyway, hal pertama yang kita lakukan adalah nyari tiket pesawat. setelah browsing dan membandingkan harga sana-sini, akhirnya kita pun sepakat untuk beli tiket tiger air yang berangkat tanggal 15 november dan pulang tanggal 18 november. dan sekitar seminggu setelah beli tiket pesawat, barulah kita browsing dan booking hostel di daerah chinatown via agoda.

Continue reading

thank you :)

Setelah berbulan-bulan berkutat memeras otak, membanting tulang, menguras darah, mencabik daging untuk menulis skripsi dari bab 1 sampai 5, akhirnya tiba juga waktunya menulis halaman yang paling ingin saya tulis dari hari pertama ngerjain skripsi.

Terlalu banyak yang ingin saya tulis di sini dan terlalu banyak nama yang ingin saya cantumkan. Moreover I’m in the mood of writing these kind of things jadi mohon maaf klo halaman persembahan ini bakalan panjang banget dan agak unyu.

Dan seandainya kalian tidak bisa menemukan nama kalian di sini, itu bukan karena kalian kurang penting atau saya tidak merasa berterima kasih pada kalian, tapi murni karena daya ingat saya yang semakin menurun atau karena keterbatasan tempat, terima kasih.

So … here we go.

Continue reading

asisten rumah tangga.

whoa! it’s been a month since my last post. sebulan ini saya disibukkan dengan banyak hal mulai dari skripsi ampe hal-hal pribadi. ditambah lagi saya adalah orang yang sangat sangat moody dan selama sebulan terakhir bisa dibilang mood nulis sama sekali ga muncul. mood nulis skripsi aja munculnya susah banget, apalagi mood nulis blog? *malah curcol*

aanyway kali ini saya pengen menulis tentang asisten rumah tangga. yap, asisten rumah tangga atau mungkin lebih dikenal dengan sebutan pembantu rumah tangga, orang yang bekerja di rumah kita buat bantu-bantu bersihin rumah, nyuci baju, masak, dan sejenisnya.

saya sendiri lebih nyaman menyebutnya “asisten rumah tangga” atau “mbak” dalam pembicaraan sehari-hari ketimbang “pembantu” atau “pembokat.” kenapa? entahlah, mungkin ini cuma menurut anggapan saya aja, tapi menurut saya istilah “pembantu” agak sedikit terlalu kasar dan sejujurnya saya sangat menghormati profesi mereka. jadilah saya sejak kecil sebisa mungkin tidak menyebut mereka dengan sebutan “pembantu.”

Continue reading

“follow back please!”

tulisan ini sebenarnya sudah pernah saya post di tumblr saya, dengan judul me and follow back. tapi ga ada salahnya saya post ulang di blog ini, karena toh fenomena ini masih sering terjadi pada saya.

saya pernah nge-tweetΒ  begini beberapa bulan lalu:

please don’t ever ask me to follow you back. I follow someone because I want to, not because s/he asked me to.

sounds rude? arrogant? klo gitu lebih baik saya langsung bicara terus terang dan to the point. menurut saya, meminta seseorang untuk follow back kita adalah twitter crime nomer satu.

kenapa?

Continue reading