asisten rumah tangga.

whoa! it’s been a month since my last post. sebulan ini saya disibukkan dengan banyak hal mulai dari skripsi ampe hal-hal pribadi. ditambah lagi saya adalah orang yang sangat sangat moody dan selama sebulan terakhir bisa dibilang mood nulis sama sekali ga muncul. mood nulis skripsi aja munculnya susah banget, apalagi mood nulis blog? *malah curcol*

aanyway kali ini saya pengen menulis tentang asisten rumah tangga. yap, asisten rumah tangga atau mungkin lebih dikenal dengan sebutan pembantu rumah tangga, orang yang bekerja di rumah kita buat bantu-bantu bersihin rumah, nyuci baju, masak, dan sejenisnya.

saya sendiri lebih nyaman menyebutnya “asisten rumah tangga” atau “mbak” dalam pembicaraan sehari-hari ketimbang “pembantu” atau “pembokat.” kenapa? entahlah, mungkin ini cuma menurut anggapan saya aja, tapi menurut saya istilah “pembantu” agak sedikit terlalu kasar dan sejujurnya saya sangat menghormati profesi mereka. jadilah saya sejak kecil sebisa mungkin tidak menyebut mereka dengan sebutan “pembantu.”

Continue reading

Advertisements

“follow back please!”

tulisan ini sebenarnya sudah pernah saya post di tumblr saya, dengan judul me and follow back. tapi ga ada salahnya saya post ulang di blog ini, karena toh fenomena ini masih sering terjadi pada saya.

saya pernah nge-tweet  begini beberapa bulan lalu:

please don’t ever ask me to follow you back. I follow someone because I want to, not because s/he asked me to.

sounds rude? arrogant? klo gitu lebih baik saya langsung bicara terus terang dan to the point. menurut saya, meminta seseorang untuk follow back kita adalah twitter crime nomer satu.

kenapa?

Continue reading