“follow back please!”

tulisan ini sebenarnya sudah pernah saya post di tumblr saya, dengan judul me and follow back. tapi ga ada salahnya saya post ulang di blog ini, karena toh fenomena ini masih sering terjadi pada saya.

saya pernah nge-tweet  begini beberapa bulan lalu:

please don’t ever ask me to follow you back. I follow someone because I want to, not because s/he asked me to.

sounds rude? arrogant? klo gitu lebih baik saya langsung bicara terus terang dan to the point. menurut saya, meminta seseorang untuk follow back kita adalah twitter crime nomer satu.

kenapa?

menurut saya (and please correct me if I’m wrong) fitur follow di twitter tidak sama dengan fitur add friend di facebook atau friendster atau situs jejaring sosial lainnya. mem-follow twitter account seseorang berarti updates atau tweets dari yang bersangkutan akan muncul di timeline kita dan bisa kita baca setiap hari atau setiap waktu. dan mengingat saya adalah orang yang cukup sering ngecek timeline twitter, saya sangat selektif dalam memilih siapa saja yang saya follow.

bagi saya, salah satu fungsi utama twitter adalah tempat untuk bertukar informasi dan saya memiliki hak penuh untuk menentukan informasi apa saja yang bisa muncul di timeline saya. mungkin saya jadi terkesan terlalu berlebihan dan menganggap serius twitter, tapi kembali lagi pada fungsi twitter menurut masing-masing orang.

saya mem-follow twitter account teman-teman saya karena saya dekat dengan mereka secara personal dan saya tidak keberatan untuk tahu keseharian mereka atau apapun yang mereka share melalui twitter mereka. meskipun tentu saya tidak follow semua twitter account teman-teman saya. ada beberapa teman yang tidak saya follow atau sudah saya unfollow dengan alasan tweets mereka kurang berkenan, tapi bukan berarti saya membenci mereka secara personal.

dan ketika saya mem-follow orang asing yang blom pernah saya temui langsung, itu berarti saya memang ingin membaca updates atau tweets dia. entah karena tweets-nya menarik dan informatif, karena dia adalah teman baik saya di suatu forum, karena saya mengidolakan dia, atau karena alasan lainnya. tapi ketika ada seorang asing yang meminta saya untuk follow back dia dan menurut saya tweets-nya tidak memenuhi kriteria layak follow (menurut versi saya) ya mohon maaf saya tidak bisa mem-follow yang bersangkutan.

atau gampangnya begini saja, prinsip saya adalah “saya tidak pernah meminta anda untuk follow saya, kenapa anda harus meminta saya untuk follow anda?”

kalau memang anda mem-follow saya hanya untuk saya follow balik dan bukan karena anda ingin membaca tweets saya, maka saya tidak akan melarang anda untuk meng-unfollow saya.

sekali lagi, mungkin saya terkesan sombong atau jumawa atau bahkan kasar, tapi saya sama sekali tidak bermaksud demikian. seperti yang sudah saya bilang tadi, saya memang  sangat selektif dalam memilih siapa saja yang saya follow. terima kasih :)

Advertisements

2 thoughts on ““follow back please!”

  1. setuju:) saya juga berprinsip begitu. Saya juga memiliki twitter, tetapi saya tidak menerima yang biasa disebut “followback” dan saya berpikir juga… “Apa fungsi followback” itu?:-/. Saya kira hanya saya yang berprinsip begitu, ternyata oranglain ada juga-_-“. Nice post <:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s